All for Joomla All for Webmasters

Budidaya Kentang

Comment are off

Salah satu prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) ialah budidaya tanaman sehat. artinya untuk mendapatkan tanaman yang tumbuh sehat dan berproduksi secara optimum harus dimulai dari perencanaan tanam sampai pascapanen.

Perencanaan Tanam

Beberapa faktor yang harus diperhatian pada perencanaan tanam ialah : (1) memilih jenis tanaman yang akan dibudidayakan, (2) merencanakan pola tanam, (3) merencanakan sistem tanam,  dan (3) mengatur jarak tanam.

Memilih jenis tanaman yang akan dibudidayakan

Pada umumnya tanaman dapat tumbuh pada semua ekosistem. Namun, untuk tumbuh, berkembang dan dapat berproduksi secara optimum tanaman menghendaki persyaratan tertentu. Tanaman kentang akan tumbuh dan produktif pada jenis tanah ringan yang mengandung sedikit pasir dan kaya bahan organik. Umumnya tanaman kentang ditanam di daerah dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian tempat  800 – 1500 m di atas permukaan laut,  dengan suhu  udara 15 – 22 C dan kelembaban udara 80 – 90%.

Selain suhu dan kelembaban, tanaman kentang menghendaki  sinar matahari penuh (60 – 80 %)  yang sangat diperlukan untuk proses fotosintesis. Di daerah yang berkabut proses fotosintesis akan terhambat yang akan mendukung timbulnya penyakit  busuk daun fitoftora. Tanaman kentang menghendaki tanah dengan kemasaman (pH) antara 5,5 – 6,5. Pada tanah dengan pH < 5 (tanah asam) tanaman sering mengalami gejala kekurangan unsur Magnesium (Mg) dan mudah terserang nematoda, sedangkan pada tanah dengan pH > 7 (tanah basa) sering timbul keracunan unsur Kalium (K) dan umbi mudah terserang penyakit kudis (Streptomyces scabies).

Merencanakan pola tanam

Ditinjau dari segi pengendalian OPT pengaturan pola tanam bertujuan untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit di suatu wilayah atau area lahan tertentu. Oleh karena itu dalam pengaturan pola tanam harus diupayakan pergiliran tanaman dengan tanaman yang tidak berasal dari satu famili, OPT tidak selalu mendapatkan inang, sehingga siklus hidupnya terputus. Contoh :

  • Kentang – kubis – cabai merah – buncis
  • Kentang – caisin – tomat – caisin
  • Kentang – selada – paria – buncis

Merencanakan sistem tanam

kentang lanjar

Lanjaran Kentang

Untuk mengurangi serangan OPT sistem tanam yang dapat diterapkan ialah tumpangsari, tumpanggilir, menanam tanaman perangkap, menanam tanaman penghadang, atau menanam  di dalam rumah kasa. Sistem tanam kentang dapat dilakukan dengan baris tunggal atau baris ganda. Untuk menekan serangan OPT penanaman kentang dapat pula menggunakan mulsa plastik dan dilakukan pengajiran.

 

Mengatur jarak tanam

Kerapatan tanaman atau jarak tanam kentang berpengaruh terhadap populasi tanaman dan efisiensi penggunaan cahaya matahari, serta persaingan antar tanaman dalam penggunaan air, unsur hara dan ruang. Dengan jarak tanam yang lebih rapat, cahaya matahari yang diterima oleh tanaman lebih sedikit,  serta terjadi persaingan yang lebih ketat di antara tanaman dalam penyerapan air, sinar matahari dan unsur hara. Akibatnya hasil panen akan lebih rendah dibandingkan dengan hasil pada jarak tanam yang lebih jarang.  Jarak tanam kentang yang dianjurkan ialah 25 cm x 80 cm atau 30 cm x 70 cm.

Pengolahan Tanah/ Lahan

lahan kentang

Mengolah lahan untuk kentang

Tanah yang ideal terdiri atas tiga komponen, yaitu masa padatan, air dan udara, masing-masing dengan volume sepertiga bagian. Keadaan ini akan menjamin aerasi, daya tahan air, drainase, dan aktivitas biologi tanah yang cukup baik. Perbaikan sifat fisik tanah antara lain dapat dilakukan dengan pengolahan tanah dan pemberian bahan organik.

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau traktor. Pengolahan tanah bertujuan untuk membuat lapisan olah yang gembur, menghilangkan gulma atau sisa-sisa tanaman, menghilangkan racun, dan menghilangkan OPT dalam tanah. Oleh karena itu, pengolahan tanah harus dilakukan secara bertahap dan memerlukan cukup waktu antar tahapannya, yaitu sekitar 5-7 hari. Hal ini dimaksudkan agar tanah cukup terjemur oleh sinar matahari sehingga gas gas racun dalam tanah hilang dan OPT tanah mati.

Solarisasi

Mulsa

Solarisasi dengan cara menutup lapisan olah dengan plastik transparan selama 1 bulan untuk menekan serangan OPT dalam tanah

Selama pertumbuhan tanaman kentang di lapangan berbagai jenis OPT yang menyerang berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman yang mengakibatkan menurunnya kualitas umbi dan produktivitasnya. Salah satu OPT dalam tanah yang dapat menurunkan hasil panen kentang adalah serangan nematoda Meloidogyne sp. Yang dapat mengakibatkan kehilangan hasil sekitar 15%. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan solarisasi tanah yang mampu mengurangi populasi nematoda sebesar 60,72-74,72%.  Solarisasi ialah penutupan tanah menggunakan plastik transparan selam 1 (satu) bulan. Hal itu dilakukan untuk menaikkan suhu tanah pada lapisan olah hingga ± 50o C. Hal ini disebabkan nematoda akan mati pada suhu di atas 48o C. Solarisasi dilakukan setelah dilakukan pencangkulan pertama.

Tanam

Penanaman kentang dilakukan pada lubang tanam yang dibuat menggunakan tugal. Pada satu lubang ditanam satu ubi bibit, selanjutnya lubang tanam ditutup menggunakan tanah.

tanam kentang

Penanaman kentang

Pemupukan

Cara fermentasi ala Jimmy HantuDalam budidaya tanaman sayuran, pemakaian pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos merupakan kebutuhan pokok, di samping penggunaan pupuk buatan. Pupuk organik atau kompos, selain dapat memasok unsur hara bagi tanaman (terutama hara mikro), juga dapat memperbaiki struktur tanah, memelihara kelembaban tanah, mengurangi pencucian hara, dan meningkatkan aktivitas biologi tanah.

Ketersediaan unsur-unsur hara, baik hara makro (N, P, K, Ca, Mg dan S) ataupun hara mikro (Zn, Fe, Mn, Co, dan Mo) yang cukup dan seimbang dalam tanah merupakan faktor penting untuk mendapatkan hasil yang tinggi dengan kualitas yang baik. Setiap unsur hara mempunyai peran spesifik di dalam tanaman. Kekurangan atau kelebihan unsur hara dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil. Dosis pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tiap jenis tanaman. Waktu dan cara pemupukan harus tepat agar unsur hara tersedia bagi tanaman.

fermentasi pupuk kandang

Teknik fermentasi ala Jimmyhantu

Pempukan lanjutan

Komposisi pemupukan Jimmy Hantu

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman, penyiangan, serta pemasangan ajir bambu penyangga tanaman.

Penyiraman

Penyiraman kentang

Tanaman kentang adalah tanaman yang memerlukan banyak air namun tanaman tersebut tidak mau tergenang. Pada umur < 21 hari dilakukan penyiraman setiap hari, sedangkan setelah pada umur > 21 hari dilakukan penyiraman setiap 2-3 hari.

Penyiangan

Penyiangan tanaman adalah kegiatan membersihkan lahan dari gulma atau rumput-rumput liar. Penyiangan dilakukan menjelang dilakukannya pemupukan susulan. Tujuannya agar pupuk yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimum oleh tanaman yang dibudidayakan. Jika ditinjau dari sudut perlindungan tanaman, penyiangan merupakan salah satu upaya menekan serangan OPT. Hal ini disebabkan gulma atau rumput-rumput liar merupakan salah satu inang OPT.

Pemasangan ajir/ turus bambu penyangga tanaman

Pemasangan ajir bambu bertujuan untuk menopang pertumbuhan tanaman agar dapat tumbuh dengan tegak. Pada tanaman kentang pemasangan ajir bambu dilakukan mulai umur 2-3 minggu setelah tanam.

Pengendalian OPT

Pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) atau hama dan penyakit berdasarkan konsepsi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dapat dilakukan secara preventif atau kuratif. Pengendalian OPT secara preventif dilakukan sebelum ada serangan OPT, misalnya pergiliran tanaman, pengaturan jarak tanam, penggunaan varietas tahan, dan penggunaan fungisida secara preventif. Pada musim kemarau interval penyemprotan fungisida dilakukan 5-7 hari, sedangkan pada musim hujan 3-4 hari.

Pengendalian secara kuratif dilakukan setelah ada serangan OPT, yaitu jika populasi atau intensitas serangan OPT telah mencapai ambang pengendalian.

Fungisida

Strategi penggunaan fungisida untuk mengendalikan penyakit pada tanaman kentang

Panen dan pascapanen

Tanaman kentang dapat dipanen setelah tanaman cukup umur yaitu 3 – 4 bulan setelah tanam. Umur panen sangat bergantung pada varietas yang ditanam.  Panen ubi harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak ubi secara mekanis. Setelah digali  ubi kentang dibiarkan di permukaan tanah, agar ubi bersih dari tanah yang menempel. Kemudian ubi dikumpulkan, dikelompokkan menurut ukurannya Ubi yang akan digunakan untuk benih benih diberi perlakuan insektisida untuk mencgah serangan hama gudang  diletakkan di peti-peti atau di rak benih  sampai  pecah dormansi dan siap untuk ditanam atau didistribusikan.