All for Joomla All for Webmasters

Budidaya Kelapa Sawit

Comment are off

Kelapa sawit (Elaeis), adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak sayur, minyak industri, maupun bahan bakar (biodisel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

(Tips Budidaya Sawit) merupakan cara untuk mendapatkan buah sawit yang berkualitas serta meningkatkanproduksi hasil panen. Beberapa petani mendapati hasil kuantitas dan kualitas kurang bagus, alhasil pendapatan dari proses yang telah dilakukan tidak sebanding dengan yang didapat. Namun banyak juga petani yang telah berhasil memaksimalkan kualitas dan kuantitas panen sesuai yang diharapkan.

Siapa yang tak mau jika panen yang didapat dari usahanya semakin melimpah? Kali ini kami akan berbagi tips meningkatkan kualitas dan kuantitas dari panen sawit yang sedang digeluti oleh Anda.

Anda mungkin telah memakai beberapa jalan untuk mendapatkan panen yang memuaskan, namun yang didapati hasil panen tetap tidak memuaskan, bahkan banyak yang mengalami kerugian akibat salah dalam mengambil tindakan dan metode budidaya.

Jangan khawatir, kali ini kami akan berbagi Tips Budidaya Sawit. Ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam proses budidaya ini agarmendapatkan hasil yang diharapkan.

1.Lingkungan

Pada masing-masing wilayah atau daerah memiliki kesuburan dan struktur tanah yang berbeda, pada poin ini yang harus diperhatikan oleh petani agar dapat menyesuaikan karakteristik pohon sawit dengan wilayah yang digunakan untuk budidaya.

Untuk tanah mineral atau tanah biasa hanya sedikit membutuhkan unsur hara mikro Cu dan Fe.  Namun pada tanah yang merah atu tanah bergambut membutuhkan lebih banyak unsur hara mikro tersebut.

Jangan menggunakan lahan yang seringkali tergenang oleh air hujan, karena akan berpengaruh pada ketahanan akar. Perairan yang baik akan memaksimalkan proses tanam hingga berbuah, hindari lahan yang memiliki sumber air berwarna merah karena cenderung bersifat asam dan memiliki kadar pH rendah antara (3 – 4).

Jika petani hanya memiliki lahan dengan tipikal tanah gambut harus berjuang intensif dalam perawatan agar panen yang didapat melimpah, dan harus menggunakan bibit unggul yang memiliki karakter pemanjangan batang lebih lambat.

2.Pengendalian Gulma

Gulma adalah tanaman parasit yang biasa tumbuh disekitar pohon sawit. Ada beberapa gulma yang tegolong dalam gulma berbahaya (sangat  mengganggu pertumbuhan) pada pohon sawit, antara lain Senduduk (Melastoma offine), Ilalang (Imperata cilindrica), bambu (Bambusa sp.), pisang (Musa paradisiaca), Pakis Kawat (Glicenia linearis), Paku Udang (Stechnolaena paluistris) dll.

Petani  harus rajin membersihkan gulma penggangu di area perkebunan sawit. Namun banyak petani yang mengabaikan dan menganggap sepele masalah ini, dan jika dibiarkan akan berakibat fatal pada menurunnya produktifitas usaha budidayakelapa sawit. Gulma yang berapa disekitar pohon sawit akan mengambil nutrisi dan unsur lain yang dibutuhkan oleh pohon sawit tersebut. Akibatnya pohon akan kekurangan nutrisi dan berbuah tidak maksimal. Lakukan penjadwalan rutin untuk membersihkan gulma yang ada disekitar pohon, agar nutrisi yang dibutuhkan sawit terpenuhi. Pengendalian gulma sebaiknya dilakukan saat gulma sedang aktif tumbuh, pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan berbahan aktif Paraquat atau Glifosat. Selain itu pengendalian lainnya dapat dilakukan dengan menanam tanaman Cover Crop, yang termasuk tanaman Cover crop antara lain ; Colopogonium mucunoides, Crotalaria sp, Neprolepis biserata, dll.

4.Pembersihan Hama dan Penyakit

Kelapa sawit merupakan tanaman yang tahan dari berbagai serangan penyakit dan hama, wajar jika tanaman ini menjadi pilihan mayoritas petani di Indonesia karena perawatan yang cukup mudah dan pilihan investasi yang cepat.

Hama dan penyakit  adalah momok yang dapat menggagalkan hasil usaha para petani. Hama maupun penyakit seringkali menyerang seluruh pohon sawit  mulai akar  hingga buahnya. Pencegahan yang tepat sejak dini akan menyelamatkan pohon sawit dari ancaman penyakit, dan tentunya hasil panen akan maksimal.

Untuk mencegah gangguan hama dan penyakit, Anda dapat menggunakan berbagai produk Pupuk Organik Cair dari Jimmy Hantu untuk membasmi gangguan penyakit pada pohon sawit yang anda miliki. Penyebab utama mudahnya tanaman kelpa sawit terserang penyakit  disebabkan terganggunya media tanam akibat kurangnya aerasi tanah serta kurang baiknya sistem distribusi air di sekitar lahan penanaman yang menyebabkan pH tanah dan air menjadi rendah. Pada pH rendah segala aktifitas tanaman akan terganggu karena reaksi biologi, fisika, dan kimia tanah terhenti yang berakibat pada defisiensi atau kekurangan unsur hara sehingga  mengganggu tanaman dalam hal fotosintesis dan pembentukan serta pengisian buah kelapa sawit.

POC Hantu Ijo Royo-Royo hadir untuk membantu mengatasi terganggunya tanah dan tanaman akibat pH rendah. POC Hantu Ijo Royo-Royo berfungsi sebagai stabiliser yang berfungsi untuk menormalkan pH tanah sehingga sesui untuk segala aktifitas tanaman. Fungsi lainnya yaitu POC Ijo Royo-Royo dapat memperbaiki struktur tanah yang menyediakan aerasi tanah tempat pertukaran gas, air serta mineral dan nutrisi tanah untuk kebutuhan tanaman. Selain itu POC Hantu Ijo Royo-Royo membantu memaksimalkan penyerapan unsur hara yang diberikan karena bersifat sebagai biokatalisator dan starter pada efikasi pestisida.

5.Pemupukan

Pemupukan merupakan hal yang sangat penting untuk memaksimalkan hasil panen. Penjadwalan dan dosis yang tepat dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas panen.

Buatlah jadwal pemberian pupuk untuk pohon sawit, dengan dosis yang tepat. Lakukan secara rutin dan konsisten. Agar nutrisi pupuk yang diberikan dapat diserap secara maksimal oleh pohon.

Anda bisa menggunakan pupuk dari tahapan tanam hingga panen antara lain, pupuk kandang, pupuk janjang kosong kelapa sawit,POC Hantu Ijo Royo-Royo, ZPT/Hormon Hantu Ratu Biogen, dan NPK Jagotani Hantu Ratu Biogen.

-Pembibitan

Uraian Perlakuan Dosis per batang Jenis Aplikasi
Pree Nursery POC Hantu IR, ZPT Hantu RB dan NPK Hantu RB 5 cc + 5 cc + 2 cc Spray/infus
Main Nursery POC Hantu IR, ZPT Hantu RB dan NPK Hantu RB 5 cc + 5 cc + 5 cc Spray/infus

NB ;

*Setiap bahan aplikasi dicampur dengan air dengan perbandingan 8 : 1

*Interval aplikasi dilakukan setiap 2 bulan

 

-Sawit Belum Menghasilkan (Pertumbuhan)

Uraian Perlakuan Dosis per batang Jenis Aplikasi
TBM-1 POC Hantu IR, ZPT Hantu RB dan NPK Hantu RB 10 cc + 20 cc + 10 cc Spray/infus/kocor
TBM-2 POC Hantu IR, ZPT Hantu RB dan NPK Hantu RB 10 cc + 25 cc + 15 cc Spray/infus/kocor
TBM-3 POC Hantu IR, ZPT Hantu RB dan NPK Hantu RB 15 cc + 25 cc + 30 cc Spray/infus/kocor

NB;

*Setiap bahan aplikasi dicampur dengan air dengan perbandingan 8 : 1

*Interval aplikasi dilakukan setiap 3-4 bulan

*Dosis per perlakuan dapat berbeda bergantung pada indikasi yang terlihat dari ciri-ciri fisik tanaman

-Sawit Menghasilkan (Usia Produktif)

Perlakuan Dosis per batang Jenis Aplikasi
POC Hantu IR, ZPT Hantu RB dan NPK Hantu RB 20 cc + 40 cc+60 cc Trunk Injection

NB;

*Setiap bahan aplikasi dicampur dengan air dengan perbandingan 8 : 1

*Interval aplikasi dilakukan setiap 6 bulan

*Dosis per perlakuan dapat berbeda bergantung pada indikasi yang terlihat dari ciri-ciri fisik tanaman

 

7.Aturan Pelepah Sawit

Penunasan atau pemotongan pelepah kelapa sawit dilakukan minimal setiap 6 bulan. Pelepah yang telah di tunas disingkirkan dan ditata memanjang pada jalur mati, penataan pelepah tunasan juga dapat dilaukan dengan membentuk huruf L disekitaran batang tanaman dengan jarak 4 m dari batang.

Adapun jumlah pelepah yang dipertahankan adalah 48-56 pelepah (umur < 8 Tahun) dan 40 – 48 pelepah (umur > 8 tahun). Pelepah yang ditunas dipotong menggunakan dodos atu egrek ukuran 5 – 7,5 cm. Tujuan pemangkasan pelepah yaitu ; menjaga keseimbangan fisiologis tanaman, sanitasi, memperlancar penyerbukan, memudahkan panen, serta menghindari berondolan tersangkut di pangkal pelepah. Penunasan yang berlebihan (over pruning) dapat menyebabkan aborsi bunga betina dan menyebabkan sex ratio menjadi rendah akibat bunga jantan yang lebih banyak keluar.

8.Panen

Pada saat proses panen Anda harus mengambil langkah hati-hati agar tidak berakibat fatal atau berbahaya pada kelangsungan pohon sawit kedepannya. Adapun kriteria panen adalah sebagai berikut :

Fraksi Berondolan lepas dari tandan Kematangan buah
00 Belum ada Sangat mentah
0 < 1 brondolan/kg TBS Mentah
1 12,5-25,5 % buah luar Kurang matang
2 25-50 % buah luar Matang 1
3 50-75 % buah luar Matang 2
4 75-100 % buah luar Lewat matang
5 Buah bagian dalam ikut membrondol Lewat matang

 

Poin-poin diatas merupakan hal yang harus diperhatikan oleh petani agar usaha yang dilakukan sebanding dengan hasil yang didapat. Kondisi buah saat dipanen sangat menentukan terhadap kadar minyak yang terkandung pada buah sawit tersebut.Jumlah rotasi panen tergantung pada kerapatan buah dan kapasitas panen. Inti dari semua proses budidaya adalah ketekunan, konsisten, dan sabar. Sebuah hasil tak akan menghianati proses, dan usaha maksimal akan mendapatkan hasil yang maksimal.

About the Author