All for Joomla All for Webmasters

Budidaya Kacang Tanah, Kedelai, Kacang Hijau, Koro Dengan “TEKNOLOGI JIMMY HANTU 150”

Comment are off

Sebelum kitaa mulai bagaimana cara budidaya kacang-kacangan tersebut menggunakan “Teknologi Jimmy Hanti-150”. Kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis kacang dan asal usulnya untuk mengenali dan menambah pengetahuan tentang kacang-kacangan.

1.Kacang Tanah

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah tanaman polong-polongan atau legum anggota suku Fabaceae yang dibudidayakan, serta menjadi kacang-kacangan kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Tanaman yang berasal dari benua Amerika ini tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm dengan daun-daun kecil tersusun majemuk.

Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bogor, Voandziea subterranea yang buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah. Jika buah yang masih muda terkena cahaya, proses pematangan biji terganggu. Di Indonesia, ia dikenal pula sebagai kacang una, suuk (Sd.), kacang jebrol, kacang bandung, kacang tuban, kacang kole, serta kacang banggala. Dalam perdagangan internasional dikenal sebagai bahasa Inggris: peanut, groundnut.

Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan tepatnya adalah Brazillia, namun saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis Masuknya kacang tanah ke Indonesia pada abad ke-17 diperkirakan karena dibawa oleh pedagang-pedagang Spanyol,Cina,atau Portugis sewaktu melakukan pelayarannya dari Meksiko ke Maluku setelah tahun 1597 Pada tahun 1863 Holle memasukkan Kacang Tanah dari Inggris dan pada tahun 1864 Scheffer memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir, Republik Rakyat Tiongkok dan India kini merupakan penghasil kacang tanah terbesar dunia.

2.Kedelai

Kedelai, atau kacang kedelai, adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.

Kedelai yang dibudidayakan adalah Glycine max yang merupakan keturunan domestikasi dari spesies moyang, Glycine soja. Dengan versi ini, G. max juga dapat disebut sebagai G. soja subsp. max. Kedelai merupakan tanaman budidaya daerah Asia subtropik seperti Cina dan Jepang. Sebaran G. soja sendiri lebih luas, hingga ke kawasan Asia tropik.

Kedelai adalah tumbuhan yang selalu peka terhadap pencahayaan. Dalam pencahayaan agak rendah batangnya akan mengalami pertumbuhan memanjang sehingga berwujud seperti tanaman merambat. Beberapa kultivar kedelai putih budidaya di Indonesia, di antaranya adalah ‘Ringgit’, ‘Orba’, ‘Lokon’, ‘Davros’, dan ‘Wilis’. ‘Edamame’ adalah kultivar kedelai berbiji besar berwarna hijau yang belum lama dikenal di Indonesia dan berasal dari Jepang.

3.Kacang Hijau

Kacang hijau (Vigna radiata) adalah sejenis palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.

Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.

Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsium dan fosfor. Sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh. Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang. Kacang hijau juga mengandung rendah lemak yang sangat baik bagi mereka yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menjadikan bahan makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah berbau. Lemak kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung. Kacang hijau mengandung vitamin B1 yang berguna untuk pertumbuhan dan vitalitas pria. Maka kacang hijau dan turunannya sangat cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang baru menikah. Kacang hijau juga mengandung multi protein yang berfungsi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan sel tubuh, oleh karena itu anak-anak dan wanita yang baru saja bersalin dianjurkan untuk mengkonsumsinya.

4.Koro

Koro pedang (Canavalia ensiformis), atau di luar negeri dikenal juga sebagai jack bean, adalah jenis kacang koro yang paling dikenal oleh masyarakat umum. Biji koro pedang mudah dikenali dari selimut kulit biji yang sangat tebal dan kulit biji tersebut menempel kuat yang sangat berbeda dengan kulit ari tipis pada kedelai. Panjang polongnya berkisar antara 30 hingga 40 cm. Karena sifat dan kandungan nutrisinya yang mirip, koro pedang sedang digalakkan sebagai pengganti kedelai.

Koro pedang mudah tumbuh di dataran rendah, namun juga bisa di dataran tinggi dengan rentang waktu panen lebih lama. Pada dasarnya koro pedang bisa tumbuh hampir di mana saja tanpa perlu banyak perawatan. Waktu penanaman yang dianggap paling tepat adalah setelah musim hujan. Setiap ton bisa menghasilkan hingga 4 ton kara pedang. Karena dengan berat yang sama bisa menghasilkan volume tempe lebih banyak, kacang ini dianggap lebih menguntungkan. Selain produktif, tanaman ini juga menghasilkan pupuk hijau sehingga sering ditumpangsarikan dengan tanaman lain.

Setelah kita mengenal definisi masing-masing jenis tersebut kita akan lebih tau dan dapat membudidayakan dengan baik dan benar. Tetapi jika Anda belum mengetahui atau masih belum bisa melakukan proses budidaya dengan baik,jangan kawatir. Pada kesempatan ini kita akan berbagi tips/cara budidaya kacang-kacangan yang baik dengan menggunakan “Teknologi JimmyHantu-150” tentunya.

Dalam melakukan budidaya kacang-kacangan tersebut ada beberapa langkah yang harus kita laksanakan dari pemilihan varietas hingga masa panen yang kita harapkan, yuk sama-sama kita simak penjabaran berikut ini :

A.PEMILIHAN VARIETAS UNGGUL, BERMUTU, DAN BERLABEL

Tahap yang pertama yaitu memilih varietas unggul, pemilihan varietas yang berkualitas sangat berperan penting dalam proses budidaya, memilih bibit/varietas unggul juga memiliki beberapa keuntungan antara lain, lebih cepat masa panen, hasil dari tumbuhan tersebut banyak, rasa hasil budidaya tumbuhan tersebut enak, tahan terhadap hama dan penyakit, cepat menyesuaikan dengan iklim dan lingkungan di wilayah tersebut, pohon/tumbuhan pendek. Ciri umum bibit/varietas unggul yang beredar dipasaran ialah yang berlabel, vigor baik,sehat dan bernas. Varietas yang memiliki ciri-ciri tersebut dapat tahan hama dan penyakit lebih dari 85%.

Dalam hal pemilihan varietas kita juga harus memperhatikan iklim & suhu wilayah yang akan kita gunakan sebagai lahan penanaman agar varietas dapat tumbuh maksimal sesuai karakter varietas tersebut, agar tanaman dapat tumbuh dengan maksimal,

Setelah mendapatkan benih yang unggul kita dapat melanjutkan ke tahap Kebutuhan Benih. Kebutuhan benih dalam hal ini adalah perbandingan antara jumlah benih yang disiapkan dengan luas lahan yang akan digunakan untuk proses penanaman. Komposisi yang baik untuk keseimbangan proses penanaman ialah 20-30kg (kilogram) bibit untuk lahan seluas 1ha (hektare). Jika jumlah bibit melebihi kapasitas normal lahan 1ha akan mengakibatkan bibit tidak tumbuh maksimal karna kurangnya nutrisi untuk pertumbuhan, dan jika jumlah bibit kurang dari kapasitas normal lahan 1ha akan mengakibatkan kurang maksimalnya jumlah panen yang didapat.

B.PENGOLAHAN LAHAN

            Tahap yang kedua yaitu pengolahan lahan. Ialah proses awal pengelolaan lahan sebelum ditanami agar tekstur tanah, kelembaban, mineral, dan nutrisi alami siap untuk proses awal penanaman. Agar proses penanaman awal menjadi lebih mudah dan bibit dapat tumbuh maksimal.  Langkah awal untuk pengolahan lahan yaitu membersihkan gulma atu sisa tanaman harus dibersihkan saat proses pengolahan atau sesudah proses pengolahan lahan agar bibit baru tidak terganggu adanya gulma atau sisa tanaman usai panen yang dapat mengakibatkan lambatnya pertumbuhan.

Setelah selesai proses pengolahan lahan kemudian hal yang tak kalah penting yaitu pembuatan drainase untuk lahan tersebut. Fungsi drainase yaitu mengatur pasokan air demi pencegahan banjir, dan juga bagian dari usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Buatlah drainase dengan jarak 3-4m(meter) dengan lebar dan kedalaman 30cm(centimeter). Dengan saluran drainase yang baik akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang baik.

Pada tahap selanjutnya yaitu proses pemupukan awal. Dalam hal ini peran awal dari “Teknologi JimmyHantu-150” dalam kesuksesan budidaya dan membuat panen Anda berlipat ganda dari sebelumnya, dan Anda dapat membuat hal yang wajar menjadi tidak wajar.

Pemupukan awal adalah proses awal untuk mencegah hama, penyakit, dan memberikan nutrisi-nutrisi untuk pertumbuhan bibit tanaman. Sebelum ditanami berikan pupuk kompos/pupuk kandang, ZPT Ratu Biogen 2 cc/liter air, dan POC Ijo Royo-Royo 10 cc/liter, agar bibit tanaman terlindung dari penyakit serta mempercepat tumbuhnya bibit.

C.PENANAMAN

            Penanaman adalah proses awal bibit yang sudah disiapkan untuk ditanam/ditempatkan pada tanah yang telah dikelola dan dipersiapkan. Sebelum melakukan proses penanaman terlebih dulu bibit di dengan larutan ZPT Ratu Biogen 2 cc/liter selama 5-10 menit, gunanya untuk pencegahan hama dan penyakit bagi tanaman, serta memberi nutrisi awal pada bibit.

Setelah bibit siap kemudian tanam dengan metode tanam tunggal yaitu, salah satu cara budidaya di lahan pertanian dengan menanam satu jenis tanaman pada satu areal. Pola tanam merupakan bagian atau sub sistem dari sistem budidaya tanaman, maka dari sistem budidaya tanaman ini dapat dikembangkan satu atau lebih sistem pola tanam. Pola tanam ni diterapkan dengan tujuan memanfaatkan sumber daya secara optimal dan untuk menghindari resiko kegagalan. Berikut adalah tabel untuk penanaman yang baik.

No Cara dan jarak tanam Populasi (ha)
1 Tegel 30 cm x 10 cm 333.333
2 Tegel 40 cm x 15 cm 166.666

 

Tanam dengan cara 1 lubang untuk 2 bibit, gunanya untuk mengantisipasi jika bibit yang satu tidak dapat tumbuh masih ada cadangan dan untuk memaksimalkan hasil dalam proses budidaya. Setelah benih ditanam kemudian segera untuk menutup tanah agar benih tidak terkontaminasi penyakit dan bibit dapat segera melangsungkan proses pertumbuhannya.

D.PEMELIHARAAN

Sesudah ditanam, tanaman perlu dipelihara karena pertumbuhannya tanaman terkadang mengalami keadaan kurang menguntungkan, antara lain : adanya gangguan hama dan penyakit, gangguan gulma, kekurangan air, gangguan alam dan lain-lain. Hal tersebut merupakan penghambat bagi pertumbuhan tanaman dan akan mengurangi hasil, oleh karena itu untuk memperoleh hasil yang tinggi, faktor-faktor penghambat tersebut perlu ditekan serendah mungkin dan segala kebutuhan tanaman harus terpenuhi. Dalam hal ini ketelitian dan kesabaran petani sangat menentukan hasil panen yang akan didapat, dan pemeliharaan juga proses terpanjang sebalum memasuki masa panen.

1.Pemupukan

Proses pemeliharaan diawali dengan pemupukan guna melindungi tanaman dari hama, penyakit, dan memberikan nutrisi tambahan untuk tanaman. Berikut proses pemupukan sesuai usia tanaman, yaitu :

  1. Pupuk susulan ke-1 pada umur 10 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
  2. Pupuk susulan ke-2 pada umur 20 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
  3. Pupuk susulan ke-3 pada umur 30 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
  4. Pupuk susulan ke-4 pada umur 50 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
    1. Pupuk susulan ke-5 pada umur 70 hari hst dengan dosis 2 cc/liter air air.
  5. Pupuk susulan ke-6 dst dengan interval 20 hari sekali dengan dosis 2 cc/liter air air.

Catatan 1 : Aplikasi umur 0 – 2 bulan dengan ZPT Ratu Biogen.

Catatan 2 : Aplikasi umur 2 bulan – panen dengan NPK Jago Tani.

Catatan 3 : Aplikasi POC Ijo Royo-Royo tiap 10 hari di bulan pertama, selanjutnya 20 hari sekali

 

2.Penyiangan Gulma

Penyiangan merupakan suatu kegiatan mencabut gulma yang berada di antara sela-sela tanaman pertanian dan sekaligus menggemburkan tanah. Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.

 

Penyiangan bertujuan untuk membersihkan tanaman yang sakit, mengurangi persaingan penyerapan hara, mengurangi hambatan produksi anakan dan mengurangi persaingan penetrasi sinar matahari. Hal ini disebabkan tanaman harus mendapatkan semua nutrisi dan air yang diberikan oleh petani agar mampu menghasilkan secara optimal.

 

Penyiangan gulma biasanya dilakukan dua kali yaitu : yaitu umur 10-15 hst dan 40-45 hst. Penyiangan gulam pertama hendakya dilakukan sebelum tanaman berbunga dan pengendalian gulma sebaiknya dilakukan dengan secara manual dukan dengan zat yang dapat merusak ekosistem disekelilingnya.

 

3.Penyulaman

 

Pengertian dari penyulaman adalah kegiatan penanaman kembali bagian-bagian yang kosong bekas tanaman yang mati/diduga akan mati atau rusak sehingga terpenuhi jumlah tanaman normal dalam satu kesatuan luas tertentu sesuai dengan jarak tanamnya. Agar diperoleh populasi yang optimum, penyulaman dilakukan sebanyak 1 kali, yaitu sekitar 1 minggu setelah tanam.

 

E.PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Pengendalian hama dan penyakit berguna untuk melindungi tumbuhan dari berbagai hama dan penyakit agar tumbuh dengan maksimal dan hasil memuaskan, berikut langkah-langkah pengendalian hama dan penyakit, antara lain :

  1. Identifikasi jenis dan tingkat populasi hama.
  2. Identifikasi jenis penyakit :
  • Cendawan
  • Bakteri
  • Virus
  1. Menentukan tingkat kerusakan tanaman akibat serangan hama dan penyakit.
  2. Mengusahakan tanaman sehat.
  3. Pengendalian hayati ( penggunaan musuh alami/predator, pathogen antagonis ).
  4. Menggunakan lampu perangkap untuk pengendalian hama ulat grayak.
  5. Menggunakan pestisida nabati sebagai alternative akhir untuk mengendalikan hama berdasarkan hasil pengamatan.

 

F.PANEN

            Panen adalah pemungutan (pemetikan) hasil sawah atau ladang. Istilah ini paling umum dipakai dalam kegiatan bercocok tanam dan menandai berakhirnya kegiatan di lahan. Namun, istilah ini memiliki arti yang lebih luas, karena dapat dipakai pula dalam budi daya ikan atau berbagai jenis objek usaha tani lainnya, seperti jamur, udang, alga/gulma laut, dan hasil hutan (kayu maupun non-kayu). Secara kultural, panen dalam masyarakat agraris sering menjadi alasan untuk mengadakan festival dan perayaan lain.

Panen merupakan tahapan yang paling ditunggu-tunggu oleh petani karena pada tahapan ini petani dapat meihat hasil yang diperoleh setelah melewati tahapan-tahapan dalam hal budidaya. Panen juga menentukan hasil petani dalam proses budidaya bisa dikatakan berhasil atau gagal, berikut adalah ciri yang paling utama jenis tanaman kacang-kacangan siap dipanen, yaitu : apabila lebih dari 90% telah masak, proses penanaman yang benar juga berpengaruh pada hasil yang maksimal

 

 

KETERANGAN :  1 TUTUP ZPT / NPK              =  10 CC

                                                 1 TUTUP POC            =  20 CC

 

  • APLIKASI ZPT RATU BIOGEN DAN NPK JAGOTANI  : SEMPROT DENGAN PENGKABUTAN.
  • APLIKASI POC JANTAN : SEMPROT ATAU KOCOR KE AKAR

 

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang BUDIDAYA KACANG, KEDELAI, KACANG HIJAU,KORO DENGAN “TEKNOLOGI JIMMYHANTU-150”. Semoga bermanfaat dan dapat menambah prodksifitas panen anda. Terus berikhtiar bersama “TEKNOLOGI JIMMY HANTU RATU BOGEN” (jimmyhantu.com)

About the Author