All for Joomla All for Webmasters

Atasi Blast Sebelum Amblas

Comment are off

Penyakit Blast menjadi momok bagi petani padi di Indonesia. Awalnya Blast hanya terjadi pada tanaman padi gogo, tetapi saat ini penyakit ini masuk dan menjadi musuh utama pada tanaman padi di lahan-lahan irigasi, mulai dari pantura Jabar, sampai Banyuwangi, bahkan di luar jawa pun telah terjangkit.

Kondisi ini tentunya akan membuat petani harus menyiapkan ekstra tenaga dan biaya untuk mengatasinya. Blast disebabkan jamur Pyricularia grisea. Jamur ini menyerang tanaman mulai masa tanam, dengan ciri-ciri daun mulai timbul bercak-bercak coklat berbntuk belah ketupat. Dan dalam kondisi lebih parah blas akan menjadi penyakit patah leher dan busuk leher.

Penyakit blast ini jika tetap dibiarkan akan membuat gagal panen, pengisian malai tidak maksimal dan bahkan mengakibatkan kematian pada tanaman padi.

Untuk mengatasi masalah blast ada banyak cara, dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida anorganik, maupun organik. Dalam tulisan ini Jimmy Hantu memberikan model untuk mengatasi masalah blast dengan ramuan-ramuan yang pernah diaplikasikan oleh tim lapangan.

Siapkan saja bahan berikut ini :
1. Belerang 1 ons
2. Kemenyan jawa 1 ons
3. Kapur barus 6 biji
4. Arang sabut kelapa bisa juga batok nya (ditumbuk) 1 ons
5. Kapur tulis 1 ons
6. POC Hantu Ijo Royo-royo 50 ml
7. Air (untuk merendam) 1500 ml

Caranya, tumbuk halus semua bahan 1-5, dan campurkan semua bahan dan diamkan dengan cara anaerob semalam 24 jam.

Cara aplikasi, saring rendaman tersebut dengan kain halus, agar tidak menyumbat nozel pada sprayer. Setelah mendapatkan air ramuan, langsung bisa digunakan. Cara aplikasi adalah gunakan 60 ml ramuan, 60 ml POC Hantu Ijo Royo-Royo, 50 ml ZPT Hantu Ratu Biogen dan 10 ml NPK Jago Tani masukkan ke dalam tangki sprayer 15 liter air dan aduk merata. Lakukan penyemprotan ke lahan padi yang sudah mulai terserang blast dan pantah leher dengan termin setiap 8-10 hari sekali.

Dengan penggunaan secara rutin, niscaya jamur blast dan patah leher, akan tuntas akhirnya petani senang.

About the Author